Actual Learning and Islamic Education
http://ejournal.iprija.ac.id/index.php/al-ied
<p class="cvGsUA direction-ltr align-justify para-style-body"><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">AL-IED adalah platform jurnal bagi penyebaran gagasan inovatif, studi empiris, dan kemajuan teoritis di bidang pembelajaran dan pendidikan Islam.</span></p> <p class="cvGsUA direction-ltr align-justify para-style-body"><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">Redaksi mengundang para peneliti, pendidik, dan praktisi untuk mengirimkan karya tulis berupa penelitian, tinjauan, dan artikel teoritis untuk diterbitkan.</span></p> <p class="cvGsUA direction-ltr align-justify para-style-body"> </p>Institut Pembina Rohani Islam Jakartaid-IDActual Learning and Islamic Education0000-0000Implementasi Metode Bandongan dan Sorogan Dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan Karawang
http://ejournal.iprija.ac.id/index.php/al-ied/article/view/132
<p>Salah satu kendala yang dihadapi santri dalam menghafal Al-Qur’an adalah santri kurang lancar dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an namun dengan digunakanya metode bandongan dan sorogan dalam menghafal dan membaca Al-Qur’an yang tepat dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode bandongan dan sorogan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan Karawang dengan metode bandongan dan sorogan. Meskipun pembelajaran Sorogan dan Bandongan dapat dianggap sebagai sistem pembelajaran tradisional atau klasik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan metode observasi wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data, dimulai dengan mendapatkan berbagai sumber data dari beberapa informan dan pengamatan langsung yang sudah dicatat dari lapangan, transkip wawancara, dan dokumentasi. Al-Qur’an merupakan salah satu faktor terpenting dalam pemahaman anak terhadap pesan dan nilai Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam mengimplementasikan metode bandongan dan sorogan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan Karawang ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai target yang diharapkan, karena melihat beberapa pertimbangan. Pertama, perencanaan metode bandongan dan sorogan dilakukan secara terukur dalam mengimplementasikanya dalam pembelajaran Al-Qur’an yang dirancang sesuai kebutuhan peserta didik, Kedua pelaksanaan metode bandongan dan sorogan sangat efektif dalam melaksanakannya serta dapat meningkatkan hafalan para santri , Ketiga evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur’an setiap semesternya dilakukan evaluasi dalam menjalankan program belajar nya, Keempat faktor pendukung dan penghambat memiliki dampak positif.</p>Wahyu NurdiantoMukti AliUmmah KarimmahAhmad Irfan
Hak Cipta (c) 2026 wahyu nurdianto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-311219Eksplorasi Pendidikan Karakter Berbasis 5 Value Smart: Studi Kasus dengan Pendekatan Fenomenologi
http://ejournal.iprija.ac.id/index.php/al-ied/article/view/202
<p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi pendidikan karakter berbasis <em>5 Value Smart</em> (jujur, sungguh-sungguh, santun, disiplin, dan peduli) di SMP Smart Ekselensia Indonesia, Bogor, serta kontribusinya terhadap pembinaan moral dan pengembangan ilmu keislaman. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima nilai tersebut diinternalisasikan secara sistematis melalui pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, kokurikuler dan keteladanan guru, sehingga membentuk perilaku positif siswa di sekolah maupun masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa <em>5 Value Smart</em> dapat menjadi model efektif dalam pendidikan karakter Islami yang relevan untuk penguatan dakwah <em>bil hal</em> serta pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era modern.</p>Kurniasih
Hak Cipta (c) 2025 Kurniasih
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-31121035Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Karakter Siswa Sekolah Dasar
http://ejournal.iprija.ac.id/index.php/al-ied/article/view/203
<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan karakter siswa sekolah dasar. Studi dilakukan di SDN 2 Mojopahit, Punggur, Lampung Tengah, dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, sehingga mendukung perkembangan dakwah melalui pendidikan, sekaligus memperkaya khazanah ilmu-ilmu keislaman dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar.</p>Muhamad Zainul UmamZaenal Arifin
Hak Cipta (c) 2025 Muhamad Zainul Umam
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-31123650Nilai Konstruktivistik Pendidikan Islam dalam Kisah Ibrahim Mencari Tuhan
http://ejournal.iprija.ac.id/index.php/al-ied/article/view/204
<p>Tulisan ini mengkaji nilai-nilai konstruktivistik dalam pendidikan Islam melalui kisah Nabi Ibrahim dalam pencarian Tuhan sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-An‘am ayat 74-79. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis tafsir tematik, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi proses berpikir rasional Ibrahim sebagai representasi prinsip konstruktivisme dalam pendidikan. Mufassir klasik dan kontemporer seperti ath-Thabari, al-Maraghi, dan Ali ash-Shabuni dianalisis untuk menggali makna mendalam dari kisah tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibrahim tidak mengalami keraguan iman, melainkan menerapkan pendekatan rasional dan reflektif sebagai strategi dakwah dan pendidikan kepada kaumnya. Nilai-nilai konstruktivistik seperti pembelajaran aktif, observasi empiris, refleksi kritis, dan pencarian makna secara mandiri tampak jelas dalam proses pencarian tersebut. Implikasi dari temuan ini mengarah pada urgensi penerapan pendekatan konstruktivistik dalam pendidikan Islam, khususnya di era digital yang sarat informasi dan tantangan pemikiran. Pendidikan masa kini perlu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, mengembangkan nalar keislaman yang kontekstual, serta memperkuat identitas keimanan melalui pengalaman belajar yang aktif dan bermakna. Oleh karena itu, kisah Nabi Ibrahim dapat dijadikan paradigma edukatif dalam merancang model pembelajaran Islam yang relevan dengan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai wahyu.</p>Ubed JubaedahSonia Amandani S.Rd.Lia Rosmalia
Hak Cipta (c) 2025 Ubed Jubaedah, Sonia Amandani S., Rd.Lia Rosmalia
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-31125160Kompetensi Kolaboratif Guru TK dalam Penguatan Emosi Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak se-Kecamatan Pagaden Barat Kabupaten Subang
http://ejournal.iprija.ac.id/index.php/al-ied/article/view/142
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi kolaboratif guru Taman Kanak-Kanak (TK) dalam penguatan emosi anak usia dini di Kecamatan Pagaden Barat. Kompetensi kolaboratif dipahami sebagai kemampuan guru dalam membangun kerja sama yang efektif dengan berbagai pihak, khususnya orang tua, sesama guru, dan kepala sekolah, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi perkembangan emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan guru TK dengan pengalaman mengajar minimal tiga tahun, serta kepala sekolah dan orang tua sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TK di Kecamatan Pagaden Barat memiliki kompetensi kolaboratif yang ditunjukkan melalui kemampuan komunikasi yang efektif, keterlibatan aktif dalam kerja tim, serta pengintegrasian program penguatan emosi anak dalam pembelajaran sehari-hari. Kolaborasi dengan orang tua dan pihak sekolah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan regulasi emosi anak, pembentukan empati, serta pengembangan perilaku prososial. Faktor pendukung kolaborasi meliputi adanya dukungan kepala sekolah, program parenting, serta kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan emosi. Sementara itu, tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, perbedaan latar belakang orang tua, dan kurangnya pelatihan guru dalam aspek kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi kolaboratif guru menjadi faktor penting dalam mendukung penguatan emosi anak usia dini secara holistik. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru TK, dukungan kelembagaan dari sekolah, serta kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam pendidikan anak usia dini.</p>Narlina Narlina
Hak Cipta (c) 2025 Narlina Narlina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-31126171