https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/issue/feedAd-DA'WAH2026-05-01T07:35:23+07:00Dr. Muhamad, M.A.muhamad@iprija.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Ad-DA’WAH:</strong> Journal of Communication and Islamic Broadcast (E-ISSN 2809-2821 & P-ISSN 1693-247X) is a peer-reviewed journal. It was first published in 2003 by the Jakarta Islamic Spiritual Development Institute (IPRIJA). The articles of this journal are published bi-annually. </p> <p>The Journal has been accredited SINTA-5 by the Directorate General of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology of the Republic of Indonesia No. 10/C/C3/DT.05.00/2025.</p> <p>ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1490758606" target="_blank" rel="noopener">2579-4825</a> (Online) <a title="ISSN Printed" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1490757900&1&&" target="_blank" rel="noopener">2579-3756</a> (Printed)</p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td><img src="https://socjs.telkomuniversity.ac.id/ojs/public/site/images/putu/sinta_logo.png" alt="SOC Press" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/hasanbaharun/garuda2.png" alt="" width="89" height="34" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/baharun/crossref.png" alt="" width="91" height="35" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/hasanbaharun/g-scholar.png" alt="" width="92" height="35" /></td> </tr> <tr> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/dahlia/0001.png" alt="" width="109" height="41" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/hasanbaharun/moraref.png" alt="" width="79" height="30" /></td> <td><img src="https://jurnalnu.com/public/site/images/hasanbaharun/images.png" alt="" width="154" height="59" /></td> </tr> </tbody> </table> <p> </p>https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/207Analisis Sistem Pengelolaan Manajemen Masjid Menurut Konsep Imaratul Masjid2026-01-20T05:43:59+07:00Allia Machfirah220102084@student.ar-raniry.ac.idIda FriatnaFriatnaa@asa.aaMuhammad IqbalIqbal@asaa.as<p>Penelitian ini menganalisis sitem pengelolaan Masjid Jamik Baitussalihin Ulee Kareng berdasarkan konsep Imaratul Masjid dan kesesuaiannya dengan Peraturan Menteri Agama No. 54 Tahun 2006. Dengan menggunakan metode empiris melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pengurus masjid, penelitian ini menemukan bahwa masjid telah mengimplementasikan aspek Imarah secara komprehensif melalui berbagai program di bidang ibadah, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Struktur organisasinya juga telah memenuhi prinsip profesionalitas dan akuntabilitas sesuai regulasi. Namun, tantangan utama terletak pada sistem pengelolaan keuangan yang masih manual dan belum sepenuhnya menerapkan standar akutansi syariah. Temuan penelitian ini memberikan konstribusi bagi pengembangan ilmu manajemen masjid dengan menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan, sehingga dapat mendukung optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat peradaban islam yang modern dan berkelanjutan.</p>2026-02-11T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Allia Machfirahhttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/148Dakwah Digital Cara Kreatif Menyebarkan Nilai Islam di Media Sosial Tiktok untuk Generasi-Z2026-01-23T09:47:41+07:00Dhaefan Fahrudydhaefanfahrudy@upi.eduEvril Rizkya HaryaniHaryani@asdasd.caNazwa Nur Aulia RahmanRahmanasdas@asa.aaMuhamad ParhanParhanasasd@asa.aa<p>Penelitian ini mengkaji dakwah digital di TikTok sebagai sarana kreatif penyebaran nilai-nilai Islam kepada Generasi Z. Sebagai <em>digital natives</em>, mereka cenderung menyukai konten singkat, visual, dan interaktif, sehingga TikTok menjadi media strategis dalam komunikasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan <em>Qualitative Content Analysis</em>. Data primer diperoleh melalui observasi non-partisipan terhadap empat akun dakwah TikTok populer (Februari–Agustus 2025), sedangkan data sekunder berasal dari literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti <em>storytelling</em> personal, video edukatif singkat dengan teks visual, motivasi islami estetik, dan humor ringan efektif menarik perhatian Generasi Z. Nilai-nilai Islam yang disampaikan meliputi akidah, akhlak, fikih ibadah, dan spiritualitas yang dikemas ringkas dan adaptif. Keterlibatan audien terlihat dari komentar, <em>likes, share</em>, serta partisipasi melalui fitur duet dan <em>stitch</em>.Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas dakwah digital sangat bergantung pada kreativitas dai dalam mengemas pesan singkat, relevan, dan menarik. Dengan demikian, TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi agama, tetapi juga sarana pembinaan moral dan motivasi spiritual generasi muda di era digital.</p>2026-02-11T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dhaefan Fahrudyhttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/192Koersi dan Seduksi: Dinamika Komunikasi Gerakan Tarbiyah dalam Pembentukan Loyalitas Kader Lembaga Dakwah Kampus di Era Kontemporer2026-01-19T06:11:55+07:00Andi Fakhrullahdosen03094@unpam.ac.idAndi Faisal Baktiandi.faisal@uinjkt.ac.idSyamsul Yakinsyamsul.yakin@uinjkt.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis dinamika komunikasi Gerakan Tarbiyah dalam membentuk loyalitas kader di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di tengah demografi mahasiswa yang heterogen dan berbasis moderat, gerakan ini berhasil membangun basis kader yang militan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, penelitian ini membedah pengalaman interaktif aktivis dakwah melalui lensa teori Penerimaan Aktif dan konsep <em>Coerseduction</em>. Temuan penelitian menunjukkan bahwa loyalitas terbentuk melalui dialektika strategis antara koersi dan seduksi. Pada tahap rekrutmen, strategi seduksi dominan digunakan dengan menawarkan wacana kesalehan, ukhuwah, dan citra prestatif sebagai solusi (<em>panacea</em>) atas <em>culture shock</em> mahasiswa. Sebaliknya, pada fase pemeliharaan kader, strategi koersi beroperasi melalui disiplin organisasi yang dilegitimasi oleh otoritas syariat, sehingga kepatuhan dikonstruksi sebagai mandat teologis yang mutlak. Penelitian menyimpulkan bahwa loyalitas kader LDK bukan sekadar hasil indoktrinasi pasif, melainkan sebuah negosiasi makna di mana pemenuhan kebutuhan afektif melalui persuasi dan pengikatan ideologis melalui tekanan teologis bekerja secara simultan. </p>2026-02-20T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andi Fakhrullah, Andi Faisal Bakti, Syamsul Yakinhttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/199Komunikasi Penerimaan Aktif Generasi Muda Muslim Terhadap Pengajian Media Sosial Ustadz Populer Tema Toleransi dan Moderasi Beragama2026-01-19T06:16:24+07:00Sunaryantomasgagah6937@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini menganalisis komunikasi peneriman aktif generasi muda Muslim terhadap toleransi dan moderasi beragama yang didakwahkan oleh ustadz populer melalui pengajian media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualiatif dengan pendekatan teori komunikasi penerimaan aktif yang dikembangkan oleh Andi Faisal Bakti<em>. </em>Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa para pemuda Muslim memaknai toleransi dan moderasi beragama untuk meneguhkan ideologi mereka masing-masing. Generasi muda Muslim ini menerima dan menafsirkan pesan dan toleransi beragama sesuai dengan latar belakang sosial dan pendidikan mereka sehingga pemaknaannya menjadi plural. Generasi muda Muslim konservatif menginginkan toleransi tidak melanggar batas aqidah atau bertentangan dengan teks Al-Qur’an dan hadis. Pada sisi lain, mereka bersikap moderat dalam menerima, menjaga hubungan sosial, dan muamalah. Generasi muda Muslim penghafal Al-Qur’an secara aktif menyaring daya bujuk dakwah media sosial melalui kerangka keimanan (<em>faith</em>) dan imunitas ideologis (<em>antibody</em>) guna menyeimbangkan solusi moral (<em>panacea</em>) sesuai literatur klasik. Melalui proses negosiasi dan penolakan indoktrinasi, mereka mengonstruksi makna moderasi sebagai komitmen perdamaian (<em>bullet</em>) yang tetap menjaga batasan akidah dari efek bumerang yang ekstrem.</p>2026-02-20T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sunaryantohttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/209Teknik Komunikasi Persuasif2026-02-10T17:31:14+07:00Fauqiyatul Ulumi Putrianafp.putriana05@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode komunikasi persuasif dalam video berjudul "Untukmu yang Lelah Dengan Cobaan Hidup" di Channel YouTube Gus Iqdam Official. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan untuk mengenali jenis pesan, strategi penyampaian, serta kekuatan pengaruh komunikasi yang terdapat dalam konten tersebut. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi persuasif yang diterapkan meliputi penggunaan bahasa yang mengandung emosi, narasi, humor yang tidak berat, serta intonasi yang menenangkan, yang dapat menciptakan kedekatan psikologis dengan pendengar. Kredibilitas penyampai pesan juga meningkatkan efektivitas komunikasi sehingga audiens merasa lebih diterima, dimengerti, dan termotivasi. Secara keseluruhan, konten ini berhasil menciptakan efek positif berupa peningkatan pemahaman, penguatan mental, serta perubahan perspektif penonton terhadap tantangan hidup.</p>2026-02-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fauqiyatul Ulumi Putrianahttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/160Gaya Komunikasi Dakwah Nahi Munkar2026-01-23T09:45:40+07:00Kamila Rakhmawatimilaarakhma@gmail.comPipir Romadi12340420491@students.uin-suska.ac.id<p>Dakwah dalam konteks nahi munkar di media sosial yang dilakukan seorang ustadz bisa memantik kontroversi dengan <em>mad’u</em> atau pengguna yang gagal memahami esensi dakwah. Penelitian ini berupaya mengungkap fenomena tersebut untuk dianalisis secara teoretis, khususnya gaya komunikasi yang digunakan oleh penyampai pesan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi netnografi dan metode kepustakaan (<em>library reaserch</em>) terhadap akun Instagram Ustadz Wajdi Azim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ustadz dalam menyampaikan pesan dakwah nahi munkar, menggunakan gaya komunikasi pengendali dan gaya komunikasi analisis, yang berdasarkan pada empat teori gaya komunikasi yang dikemukakan oleh Carl Jung (1921). Temuan penelitian lebih fokus pada gaya komunikasi bukan pada tindakan benar tidaknya perilaku ustadz tersebut.</p>2026-03-02T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Kamila Rakhmawati, Pipir Romadihttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/212Evaluasi Program Reward Ibadah Umrah di MI Madinatunnajah2026-02-27T14:39:57+07:00Nenden Dalfa Zakiyah Saniyahnendendalfa1@gmail.comHesti Kusumaningrumhestikusum2016@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Reward Ibadah Umrah dalam meningkatkan motivasi kerja guru di MI Madinatunnajah menggunakan <em>Discrepancy Evaluation Model</em> (DEM) yang meliputi aspek desain, instalasi, proses, produk, dan biaya-manfaat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah serta guru penerima dan nonpenerima <em>reward</em>. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berjalan cukup baik dan berdampak pada peningkatan motivasi serta kinerja guru, namun masih terdapat kesenjangan pada pedoman tertulis, mekanisme seleksi, pengelolaan sumber daya dan pembiayaan, serta konsistensi sosialisasi. Program ini berkontribusi terhadap penguatan motivasi spiritual dan profesionalisme guru sebagai bentuk implementasi dakwah <em>bil-hal</em> melalui pendekatan manajemen apresiasi kinerja.</p>2026-04-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nenden Dalfa Zakiyah Saniyah, Hesti Kusumaningrumhttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/218Desain Karakter Buku Ilustrasi Pembelajaran Tajwid LPQ ARLI2026-04-15T10:30:09+07:00Nasywa Faradibanasywafaradiba1505@gmail.comMahimma RomadhonaRomadhona@asa.cacAditya Rahman YaniYania@asas.aca<p>Kemampuan membaca Al-Quran masih tergolong rendah khususnya pada pemahaman tajwid. Untuk mengatasi kesulitan mempelajari tajwid di TPQ ARLI diperlukannya media pembelajaran baru yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik anak-anak dan berefek ganda. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain karakter dalam buku ilustrasi pembelajaran tajwid. Metode perancangan yang digunakan adalah <em>desain thinking</em>. Hasil dari penelitian ini yaitu karakter Alif, Alya, dan Arli dibuat sesuai dengan kebutuhan anak dan pertimbangan illustrator. Karakter dalam buku ilustrasi pembelajaran tajwid yang dihasilkan dapat meningkatkan minat anak dalam belajar tajwid, menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, serta dapat berperan sebagai media komunikasi dakwah visual yang efektif bagi anak-anak.</p>2026-04-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nasywa Faradiba, Mahimma Romadhona, Aditya Rahman Yanihttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/217Fatalisme dan Kepercayaan Klenik Dalam Dakwah Digital2026-04-14T16:09:53+07:00Marwan Haryantomarwan@gmail.comKhoeru Mahfudhil Akromkhoerumahfudhilakrom@gmail.comEsa Nur Cahyaniesasa@asa.comNurul Halifahnurulhalifah112005@gmail.comSurawan Surawansurawanaaa@asa.com<p>Perkembangan media sosial telah menghadirkan transformasi dalam praktik dakwah, dari ruang konvensional menuju ruang digital yang lebih luas dan interaktif. Salah satu fenomena yang muncul adalah penyebaran pesan keagamaan melalui platform TikTok, termasuk konten dakwah yang disampaikan oleh Gufron. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi fatalisme dan kepercayaan klenik dalam konten dakwah digital tersebut dari perspektif psikologi agama. Menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif, penelitian ini mengkaji sepuluh video TikTok Gufron pada periode 2023–2024 yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi tematiknya dengan narasi fatalistik dan klenik. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi berdasarkan model analisis isi Krippendorff. Hasil penelitian menemukan dua bentuk utama narasi fatalistik dan klenik yakni penekanan berlebihan pada takdir (qadar) tanpa mengimbanginya dengan peran usaha manusia (ikhtiar), dan klaim komunikasi langsung dengan malaikat yang mendekati kepercayaan klenik. Kajian dari perspektif psikologi agama menunjukan narasi demikian mudah diterima audiens karena memberikan kepastian psikologis dan kenyamanan emosional di tengah ketidakpastian hidup. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus dakwah digital dan kognisi religius, serta menegaskan pentingnya literasi keagamaan dan literasi digital bagi masyarakat muslim.</p>2026-05-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Khoeru Nahfudhil Akrom, Marwan, Esa, Halifah, Surawanhttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/220Analisis Isi Pesan Dakwah Pada Film Nussa dan Rarra Melalui Platform Youtube 2026-04-16T08:21:21+07:00Asyarahasyarah2004@gmail.comAbdur Razzaqabdurrszaq_uin@radenfatah.ac.idSri Hertimisrihertimi_uin@radenfatah.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pesan dakwah dalam film animasi <em>Nussa dan Rarra</em> yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan media digital yang semakin pesat, sehingga dakwah tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui media audiovisual yang lebih menarik, khususnya bagi anak-anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Sumber data diperoleh dari konten video serta komentar pengguna sebagai bentuk respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Nussa dan Rarra mengandung pesan dakwah yang mencakup aspek akidah, akhlak, dan syariah yang dikemas secara sederhana, edukatif, dan mudah dipahami. Media berbasis teknologi digital terbukti menjadi salah satu media popular dalam menyampaikan dakwah digital yang mampu membentuk karakter dan pemahaman keagamaan, terutama pada anak-anak dan keluarga di era modern.</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Asyarah, Abdur Razzaq, Sri Hertimihttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/219Peran Dakwah Ustadz Amrullah dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Anggota Majelis Taklim At-Taqwa Desa Desa Rimba Terap Banyuasin2026-04-17T09:07:57+07:00Gejora Leonitra Leonitragejoraleonitra123@gmail.comSilvia Assoburusilviaassoburu_uin@radenfatah.ac.idSri Hertimisrihertimi_uin@radenfatah.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi interpersonal dalam Komunitas Sahabat Hijrah (KSH) dalam menginternalisasikan kesadaran beragama anggota pada dimensi intelektual dan ritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis <em>field research</em> melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang ditandai oleh keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan berperan penting dalam proses internalisasi religiusitas. Pada dimensi intelektual, komunikasi mendorong pemahaman dan cara berpikir keagamaan, namun partisipasi belum merata karena dipengaruhi kesiapan individu. Sementara itu, pada dimensi ritual, komunikasi interpersonal lebih stabil melalui pembiasaan ibadah yang kolektif dan berkelanjutan, sehingga lebih efektif membentuk kesadaran beragama. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan strategi dakwah berbasis komunikasi interpersonal yang lebih kontekstual dan efektif.</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Gejora Leonitra Leonitra, Silvia Assoburu, Sri Hertimihttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/226Komunikasi Interpersonal Komunitas Sahabat Hijrah Dalam Menginternalisasi Kesadaran Beragama Dimensi Intelektual dan Ritual2026-05-01T07:35:23+07:00Nisa Maheranisamahera0909@gmail.comDarul Ilmiilmiah@asa.aa<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi interpersonal dalam Komunitas Sahabat Hijrah (KSH) dalam menginternalisasikan kesadaran beragama anggota pada dimensi intelektual dan ritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis <em>field research</em> melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang ditandai oleh keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan berperan penting dalam proses internalisasi religiusitas. Pada dimensi intelektual, komunikasi mendorong pemahaman dan cara berpikir keagamaan, namun partisipasi belum merata karena dipengaruhi kesiapan individu. Sementara itu, pada dimensi ritual, komunikasi interpersonal lebih stabil melalui pembiasaan ibadah yang kolektif dan berkelanjutan, sehingga lebih efektif membentuk kesadaran beragama. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan strategi dakwah berbasis komunikasi interpersonal yang lebih kontekstual dan efektif.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nisa Mahera, Darul Ilmihttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/225Problematika Dakwah di Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal2026-04-28T08:52:36+07:00Neli Rezarzaaneli@gmail.comFajri Ahmadasas@asa.ca<p>Penelitian ini mengekplorasi kompleksitas tantangan dakwah yang dilatarbelakangi oleh penurunan kontinuitas kegiatan keagamaan serta belum optimalnya pengamalan nilai Islam di masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas dakwah di wilayah Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal mencakup keterbatasan kuantitas da’i, rendahnya kompetensi substantif (khususnya dalam metodologi dan penafsiran Al-Qur’an), serta manajemen kelembagaan yang kurang profesional. Sementara itu, faktor eksternal dipicu oleh rendahnya partisipasi generasi muda serta pengaruh signifikan dari latar belakang pendidikan, kondisi ekonomi, dan dinamika sosiokultural masyarakat. Temuan ini menegaskan perlunya revitalisasi tata kelola lembaga dakwah dan peningkatan kapasitas mubalig agar lebih adaptif terhadap tantangan sosial di pedesaan.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Neli Reza, Fajri Ahmadhttps://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/208Etika Bisnis Islam Dalam Praktik E-Commerce2026-02-09T18:02:55+07:00Khisni Mubarokkhisnimubarok0@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam framing dakwah dalam praktik etika bisnis Islam yang diterapkan oleh pengusaha Muslim melalui platform <em>e-commerce</em>, khususnya <em>website</em> dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Entman yang dikontekstualisasikan dalam perspektif komunikasi dakwah. Data dikumpulkan melalui analisis teks pada konten <em>website</em> dan media sosial pengusaha Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing dakwah berperan strategis dalam membangun kepercayaan konsumen, memperkuat identitas religius pengusaha Muslim, serta menginternalisasikan nilai-nilai etika bisnis Islam sebagai bagian dari dakwah kontemporer di ruang digita</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Khisni Mubarok