Ad-DA'WAH
https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH
<p><strong>Ad-DA’WAH:</strong> Journal of Communication and Islamic Broadcast (E-ISSN 2809-2821 & P-ISSN 1693-247X) is a peer-reviewed journal. It was first published in 2003 by the Jakarta Islamic Spiritual Development Institute (IPRIJA). The articles of this journal are published bi-annually. </p> <p>The Journal has been accredited SINTA-5 by the Directorate General of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology of the Republic of Indonesia No. 10/C/C3/DT.05.00/2025.</p> <p>ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1490758606" target="_blank" rel="noopener">2579-4825</a> (Online) <a title="ISSN Printed" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1490757900&1&&" target="_blank" rel="noopener">2579-3756</a> (Printed)</p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td><img src="https://socjs.telkomuniversity.ac.id/ojs/public/site/images/putu/sinta_logo.png" alt="SOC Press" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/hasanbaharun/garuda2.png" alt="" width="89" height="34" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/baharun/crossref.png" alt="" width="91" height="35" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/hasanbaharun/g-scholar.png" alt="" width="92" height="35" /></td> </tr> <tr> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/dahlia/0001.png" alt="" width="109" height="41" /></td> <td><img src="https://ejournal.unuja.ac.id/public/site/images/hasanbaharun/moraref.png" alt="" width="79" height="30" /></td> <td><img src="https://jurnalnu.com/public/site/images/hasanbaharun/images.png" alt="" width="154" height="59" /></td> </tr> </tbody> </table> <p> </p>INSTITUT PEMBINA ROHANI ISLAM JAKARTAid-IDAd-DA'WAH1693-427XAnalisis Sistem Pengelolaan Manajemen Masjid Menurut Konsep Imaratul Masjid
https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/207
<p>Penelitian ini menganalisis sitem pengelolaan Masjid Jamik Baitussalihin Ulee Kareng berdasarkan konsep Imaratul Masjid dan kesesuaiannya dengan Peraturan Menteri Agama No. 54 Tahun 2006. Dengan menggunakan metode empiris melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pengurus masjid, penelitian ini menemukan bahwa masjid telah mengimplementasikan aspek Imarah secara komprehensif melalui berbagai program di bidang ibadah, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Struktur organisasinya juga telah memenuhi prinsip profesionalitas dan akuntabilitas sesuai regulasi. Namun, tantangan utama terletak pada sistem pengelolaan keuangan yang masih manual dan belum sepenuhnya menerapkan standar akutansi syariah. Temuan penelitian ini memberikan konstribusi bagi pengembangan ilmu manajemen masjid dengan menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan, sehingga dapat mendukung optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat peradaban islam yang modern dan berkelanjutan.</p>Allia MachfirahIda FriatnaMuhammad Iqbal
Hak Cipta (c) 2026 Allia Machfirah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-112026-02-1124111410.59109/addawah.v24i1.207Dakwah Digital Cara Kreatif Menyebarkan Nilai Islam di Media Sosial Tiktok untuk Generasi-Z
https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/148
<p>Penelitian ini mengkaji dakwah digital di TikTok sebagai sarana kreatif penyebaran nilai-nilai Islam kepada Generasi Z. Sebagai <em>digital natives</em>, mereka cenderung menyukai konten singkat, visual, dan interaktif, sehingga TikTok menjadi media strategis dalam komunikasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan <em>Qualitative Content Analysis</em>. Data primer diperoleh melalui observasi non-partisipan terhadap empat akun dakwah TikTok populer (Februari–Agustus 2025), sedangkan data sekunder berasal dari literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti <em>storytelling</em> personal, video edukatif singkat dengan teks visual, motivasi islami estetik, dan humor ringan efektif menarik perhatian Generasi Z. Nilai-nilai Islam yang disampaikan meliputi akidah, akhlak, fikih ibadah, dan spiritualitas yang dikemas ringkas dan adaptif. Keterlibatan audien terlihat dari komentar, <em>likes, share</em>, serta partisipasi melalui fitur duet dan <em>stitch</em>.Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas dakwah digital sangat bergantung pada kreativitas dai dalam mengemas pesan singkat, relevan, dan menarik. Dengan demikian, TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi agama, tetapi juga sarana pembinaan moral dan motivasi spiritual generasi muda di era digital.</p>Dhaefan FahrudyEvril Rizkya HaryaniNazwa Nur Aulia RahmanMuhamad Parhan
Hak Cipta (c) 2026 Dhaefan Fahrudy
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-112026-02-11241153010.59109/addawah.v24i1.148Koersi dan Seduksi: Dinamika Komunikasi Gerakan Tarbiyah dalam Pembentukan Loyalitas Kader Lembaga Dakwah Kampus di Era Kontemporer
https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/192
<p>Penelitian ini menganalisis dinamika komunikasi Gerakan Tarbiyah dalam membentuk loyalitas kader di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di tengah demografi mahasiswa yang heterogen dan berbasis moderat, gerakan ini berhasil membangun basis kader yang militan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, penelitian ini membedah pengalaman interaktif aktivis dakwah melalui lensa teori Penerimaan Aktif dan konsep <em>Coerseduction</em>. Temuan penelitian menunjukkan bahwa loyalitas terbentuk melalui dialektika strategis antara koersi dan seduksi. Pada tahap rekrutmen, strategi seduksi dominan digunakan dengan menawarkan wacana kesalehan, ukhuwah, dan citra prestatif sebagai solusi (<em>panacea</em>) atas <em>culture shock</em> mahasiswa. Sebaliknya, pada fase pemeliharaan kader, strategi koersi beroperasi melalui disiplin organisasi yang dilegitimasi oleh otoritas syariat, sehingga kepatuhan dikonstruksi sebagai mandat teologis yang mutlak. Penelitian menyimpulkan bahwa loyalitas kader LDK bukan sekadar hasil indoktrinasi pasif, melainkan sebuah negosiasi makna di mana pemenuhan kebutuhan afektif melalui persuasi dan pengikatan ideologis melalui tekanan teologis bekerja secara simultan. </p>Andi FakhrullahAndi Faisal BaktiSyamsul Yakin
Hak Cipta (c) 2026 Andi Fakhrullah, Andi Faisal Bakti, Syamsul Yakin
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-202026-02-20241314710.59109/addawah.v24i1.192Komunikasi Penerimaan Aktif Generasi Muda Muslim Terhadap Pengajian Media Sosial Ustadz Populer Tema Toleransi dan Moderasi Beragama
https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/199
<p>Tujuan penelitian ini menganalisis komunikasi peneriman aktif generasi muda Muslim terhadap toleransi dan moderasi beragama yang didakwahkan oleh ustadz populer melalui pengajian media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualiatif dengan pendekatan teori komunikasi penerimaan aktif yang dikembangkan oleh Andi Faisal Bakti<em>. </em>Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa para pemuda Muslim memaknai toleransi dan moderasi beragama untuk meneguhkan ideologi mereka masing-masing. Generasi muda Muslim ini menerima dan menafsirkan pesan dan toleransi beragama sesuai dengan latar belakang sosial dan pendidikan mereka sehingga pemaknaannya menjadi plural. Generasi muda Muslim konservatif menginginkan toleransi tidak melanggar batas aqidah atau bertentangan dengan teks Al-Qur’an dan hadis. Pada sisi lain, mereka bersikap moderat dalam menerima, menjaga hubungan sosial, dan muamalah. Generasi muda Muslim penghafal Al-Qur’an secara aktif menyaring daya bujuk dakwah media sosial melalui kerangka keimanan (<em>faith</em>) dan imunitas ideologis (<em>antibody</em>) guna menyeimbangkan solusi moral (<em>panacea</em>) sesuai literatur klasik. Melalui proses negosiasi dan penolakan indoktrinasi, mereka mengonstruksi makna moderasi sebagai komitmen perdamaian (<em>bullet</em>) yang tetap menjaga batasan akidah dari efek bumerang yang ekstrem.</p>Sunaryanto
Hak Cipta (c) 2026 Sunaryanto
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-202026-02-20241488310.59109/addawah.v24i1.199Teknik Komunikasi Persuasif
https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/209
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode komunikasi persuasif dalam video berjudul "Untukmu yang Lelah Dengan Cobaan Hidup" di Channel YouTube Gus Iqdam Official. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan untuk mengenali jenis pesan, strategi penyampaian, serta kekuatan pengaruh komunikasi yang terdapat dalam konten tersebut. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi persuasif yang diterapkan meliputi penggunaan bahasa yang mengandung emosi, narasi, humor yang tidak berat, serta intonasi yang menenangkan, yang dapat menciptakan kedekatan psikologis dengan pendengar. Kredibilitas penyampai pesan juga meningkatkan efektivitas komunikasi sehingga audiens merasa lebih diterima, dimengerti, dan termotivasi. Secara keseluruhan, konten ini berhasil menciptakan efek positif berupa peningkatan pemahaman, penguatan mental, serta perubahan perspektif penonton terhadap tantangan hidup.</p>Fauqiyatul Ulumi Putriana
Hak Cipta (c) 2026 Fauqiyatul Ulumi Putriana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-272026-02-272418410310.59109/addawah.v24i1.209Gaya Komunikasi Dakwah Nahi Munkar
https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/view/160
<p>Dakwah dalam konteks nahi munkar di media sosial yang dilakukan seorang ustadz bisa memantik kontroversi dengan <em>mad’u</em> atau pengguna yang gagal memahami esensi dakwah. Penelitian ini berupaya mengungkap fenomena tersebut untuk dianalisis secara teoretis, khususnya gaya komunikasi yang digunakan oleh penyampai pesan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi netnografi dan metode kepustakaan (<em>library reaserch</em>) terhadap akun Instagram Ustadz Wajdi Azim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ustadz dalam menyampaikan pesan dakwah nahi munkar, menggunakan gaya komunikasi pengendali dan gaya komunikasi analisis, yang berdasarkan pada empat teori gaya komunikasi yang dikemukakan oleh Carl Jung (1921). Temuan penelitian lebih fokus pada gaya komunikasi bukan pada tindakan benar tidaknya perilaku ustadz tersebut.</p>Kamila RakhmawatiPipir Romadi
Hak Cipta (c) 2026 Kamila Rakhmawati, Pipir Romadi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-03-022026-03-0224110412610.59109/addawah.v24i1.160